Katarak adalah kondisi pada mata yang ditandai oleh kekeruhan pada lensa mata, yang umumnya terjadi akibat pertambahan usia. Gejalanya termasuk penglihatan kabur, kesulitan melihat di malam hari, dan penglihatan ganda. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis katarak, penyebabnya, serta langkah-langkah pencegahannya.

Jenis-jenis Katarak

Katarak dapat dibedakan berdasarkan lokasi dan penyebabnya:

  1. Katarak Sklerotik Nuklir: Jenis katarak ini paling umum terjadi dan disebabkan oleh faktor usia. Lensa mata menjadi keruh dan berwarna kekuningan, biasanya berkembang perlahan.
  2. Katarak Kortikal: Katarak ini terjadi di bagian korteks lensa mata dan sering kali menyerupai jari-jari roda yang mengarah ke tengah lensa. Cahaya yang masuk ke mata cenderung terpencar, menyebabkan penglihatan menjadi buram.
  3. Katarak Subkapsular Superior: Muncul di permukaan belakang lensa mata, katarak ini umumnya terjadi pada orang yang mengonsumsi steroid untuk jangka panjang atau penderita diabetes tipe 2.
  4. Katarak Polikromatik: Jenis katarak langka ini terjadi pada penderita distrofi miotonik, ditandai dengan munculnya kristal berwarna pada lensa mata.
  5. Katarak Senilis: Jenis katarak yang paling umum terjadi, disebabkan oleh penuaan. Gejalanya mulai muncul sekitar usia 40-50 tahun, dengan perubahan yang signifikan biasanya terjadi setelah usia 60-70 tahun.
  6. Katarak Sekunder: Katarak ini muncul sebagai akibat dari tindakan medis tertentu, seperti penggunaan steroid jangka panjang atau setelah operasi mata.
  7. Katarak Traumatik: Timbul setelah terjadinya cedera atau trauma pada mata, seperti tumbukan atau paparan bahan kimia.
  8. Katarak Kongenital: Terjadi sejak bayi lahir atau tidak lama setelahnya dan bisa disebabkan oleh faktor keturunan.
  9. Katarak Radiasi: Terjadi akibat paparan radiasi sinar tertentu, seperti sinar ultraviolet dari matahari.
  10. Katarak Komplikata: Muncul pada pasien dengan riwayat uveitis kronis atau sebagai komplikasi dari pengobatan uveitis.

Cara Mencegah Mata Katarak

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya mata katarak:

  1. Rutin Memeriksakan Kondisi Mata: Periksakan mata secara rutin ke dokter mata untuk mendeteksi gejala katarak secara dini dan mendapatkan perawatan yang tepat.
  2. Lindungi Mata dari Paparan Sinar UV: Gunakan kacamata hitam dan topi lebar saat berada di bawah sinar matahari langsung untuk melindungi mata dari paparan sinar UV.
  3. Menjaga Kesehatan Tubuh secara Umum: Jaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dengan menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan mengelola kondisi medis seperti diabetes dengan baik.
  4. Mengatur Pola Makan: Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan antioksidan, seperti sayuran berwarna terang dan buah-buahan, untuk menjaga kesehatan mata.
  5. Menjaga Berat Badan Ideal: Hindari obesitas dengan menjaga berat badan ideal, karena obesitas dapat meningkatkan risiko terkena diabetes, yang merupakan faktor risiko untuk katarak.
  6. Hentikan Kebiasaan Merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko terkena katarak, jadi hentikan kebiasaan merokok atau kurangi konsumsi rokok.
  7. Kurangi Konsumsi Minuman Beralkohol: Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terkena katarak.

Kapan Harus ke Dokter?


Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gangguan penglihatan akibat katarak atau gejala yang mengindikasikan kemungkinan adanya katarak, seperti:

  1. Penglihatan kabur atau buram yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  2. Kesulitan melihat dengan jelas, terutama saat beraktivitas di tempat yang kurang terang.
  3. Sensitivitas terhadap cahaya.
  4. Penglihatan ganda pada satu mata.
  5. Perubahan dalam persepsi warna.
  6. Penglihatan semakin buruk meskipun sudah menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Pertemuan dengan dokter mata diperlukan untuk menilai kondisi mata secara menyeluruh dan menentukan apakah katarak merupakan penyebab dari gejala yang Anda alami. Dokter mata juga akan memberikan rekomendasi terkait pengobatan yang tepat, baik itu melalui penggunaan kacamata atau lensa kontak, atau dengan melakukan tindakan operasi katarak jika diperlukan.