Pada saat-saat mendesak, pemahaman tentang BPJS Kesehatan, termasuk faskes tingkat 1 dan kode faskes BPJS, menjadi esensial. Informasi ini dapat menjadi pengetahuan yang sangat berharga ketika Anda membutuhkannya dalam situasi darurat.

Apa itu Faskes Tingkat 1?

Faskes tingkat 1, atau FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), merupakan tempat pertama yang dikunjungi saat akan berobat menggunakan BPJS. Fasilitas ini berlokasi dekat dengan tempat tinggal peserta, dirancang untuk memberikan layanan kesehatan yang cepat, terutama dalam keadaan darurat.

Pembagian Faskes Tingkat 1 BPJS Kesehatan

Pada 1 Juni 2019, jumlah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 222.002.996 orang, dan setiap peserta memiliki akses ke berbagai fasilitas kesehatan. Pembagian faskes tingkat 1 menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 mencakup:

  1. Puskesmas atau setara
  2. Praktik dokter
  3. Praktik dokter gigi
  4. Klinik pratama atau setara
  5. Rumah sakit kelas D pratama atau setara
  6. Faskes Penunjang, seperti apotek dan laboratorium.

Proses Berobat dengan BPJS Kesehatan

1. Memeriksa Faskes BPJS pada Kartu JKN-KIS

Pertama-tama, pastikan Anda memilih faskes tingkat 1 BPJS yang terdaftar. Informasi ini dapat ditemukan pada kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau melalui aplikasi Mobile JKN.

2. Tahapan Berobat:

a. Pasien melakukan kunjungan ke faskes tingkat 1 yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

b. Pasien menjalani pemeriksaan di faskes tingkat 1.

c. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

d. Di rumah sakit, pasien menunjukkan kartu BPJS Kesehatan untuk mendapatkan fasilitas rawat jalan atau rawat inap sesuai dengan rujukan dokter.

e. Tarif pengobatan disesuaikan dengan kelas pasien.

f. Setelah sembuh, pasien dapat melakukan kontrol di faskes tingkat 1.

3. Kondisi Darurat:

Dalam keadaan darurat, pasien dapat langsung berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit. Kartu BPJS Kesehatan perlu ditunjukkan sebelum mendapatkan pelayanan medis.

Penting bagi kita untuk memahami jenis pelayanan kesehatan tingkat pertama (faskes tingkat 1) yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan. Dalam situs resmi BPJS Kesehatan, terdapat dua jenis layanan utama, yaitu Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP). Mari kita eksplor lebih lanjut tentang kedua layanan ini.

1. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)

Layanan ini menawarkan sejumlah manfaat, antara lain:

a. Pelayanan Promosi Kesehatan dan Pencegahan (Promotif Preventif):

  • Imunisasi rutin.
  • Program Keluarga Berencana, termasuk konseling dan layanan kontrasepsi.
  • Skrining kesehatan dan pelayanan penapisan tertentu.

b. Pelayanan Kuratif dan Rehabilitatif (Pengobatan):

  • Administrasi pelayanan.
  • Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis.
  • Tindakan medis nonspesialis, baik operatif maupun nonoperatif.
  • Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai.
  • Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama.

Prosedur Pelayanan:

  1. Peserta datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP) yang telah didaftarkan sebelumnya.
  2. Menunjukkan kartu identitas peserta JKN-KIS/KIS Digital dengan status aktif.
  3. Pelayanan kesehatan diberikan pada FTKP yang terdaftar.
  4. Peserta dapat mengakses RJTP pada FKTP di luar wilayah terdaftar untuk tujuan tertentu atau dalam keadaan darurat medis, hingga tiga kali kunjungan dalam satu bulan.

2. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)

Berikut beberapa manfaat dari RITP:

a. Pendaftaran dan Administrasi:

  • Pendaftaran peserta dan administrasi.
  • Akomodasi rawat inap.
  • Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis.
  • Tindakan medis nonspesialis, baik operatif maupun nonoperatif.
  • Pelayanan kebidanan, ibu, bayi, dan balita, termasuk persalinan dan pertolongan neonatal.

b. Pelayanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai:

  • Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama.

Cara dan Syarat Pindah Faskes BPJS Kesehatan

Pindah faskes BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Mobile JKN. Persiapkan kartu JKN-KIS peserta, KTP, atau kartu keluarga, dan ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Unduh aplikasi Mobile JKN.
  2. Daftarkan diri dan masukkan nomor kartu JKN-KIS.
  3. Setelah aktivasi, pilih ‘Ubah Data Peserta’ dan ganti Faskes yang diinginkan.
  4. Penggantian Faskes berlaku setelah satu bulan, dan pindah hanya dapat dilakukan minimal 3 bulan setelah terdaftar di FKTP sebelumnya, kecuali dalam kondisi tertentu.

Mekanisme Pembayaran BPJS Kesehatan

Pembayaran iuran BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui ATM, minimarket, kantor pos, atau secara online. Besaran iuran bervariasi berdasarkan kelas yang diikuti, dengan kelas 1 sebesar Rp150.000, kelas 2 sebesar Rp100.000, dan kelas 3 sebesar Rp35.000 per orang.

Tunggakan iuran dapat menyebabkan nonaktifnya status keanggotaan, tetapi setelah lunas, kartu BPJS Kesehatan dapat kembali digunakan.

Kesimpulan

Memahami jenis layanan kesehatan tingkat pertama BPJS Kesehatan serta prosedur dan mekanisme pembayaran yang tepat adalah langkah penting untuk memastikan ketersediaan pelayanan kesehatan yang efisien dan terjangkau. Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa kendala yang berarti.