shopee banner

Dislokasi siku adalah kondisi medis di mana tulang pada lengan bawah mengalami perubahan posisi terhadap tulang lengan atas. Ini merupakan salah satu jenis dislokasi sendi yang paling umum terjadi setelah dislokasi bahu. Artikel ini akan menjelaskan penyebab, gejala, jenis, dan cara pengobatan dislokasi siku.

Penyebab Dislokasi Siku

Penyebab utama dislokasi siku adalah trauma, seperti jatuh atau kecelakaan. Ketika seseorang jatuh, seringkali mereka menahan diri dengan tangan, menyebabkan beban terfokus pada siku dan mendorong tulang lengan bawah keluar dari persendian. Dislokasi siku juga sering terjadi pada anak-anak di bawah empat tahun karena tarikan pada tangan mereka, disebabkan oleh ligamen yang masih kendur karena tulang belum terbentuk sempurna.

Gejala Dislokasi Siku

Dislokasi siku adalah kondisi medis serius yang mempengaruhi persendian siku, di mana tulang pada lengan bawah (radius dan ulna) bergeser dari posisi normalnya terhadap tulang lengan atas (humerus). Gejala dislokasi siku bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera, namun umumnya mencakup hal-hal berikut:

1. Nyeri

Nyeri adalah gejala utama dislokasi siku. Anda mungkin merasakan nyeri hebat di sekitar siku yang terkena. Nyeri ini dapat terasa tajam atau tumpul dan dapat bertambah parah saat mencoba menggerakkan lengan.

2. Bengkak

Bengkak adalah respons alami tubuh terhadap cedera. Area sekitar siku yang terkena biasanya akan membengkak dan terasa lebih besar dari biasanya. Bengkak ini disebabkan oleh peradangan akibat kerusakan jaringan.

3. Deformitas Tulang

Pada dislokasi yang parah, mungkin terjadi deformitas atau perubahan bentuk pada siku yang terkena. Tulang pada lengan bawah bisa terlihat bergeser keluar dari tempatnya yang normal. Ini biasanya terlihat sebagai tonjolan atau penonjolan yang mencolok pada area siku.

4. Kesulitan Gerakan

Setelah dislokasi, Anda mungkin mengalami kesulitan atau bahkan kelemahan dalam menggerakkan lengan yang terkena. Gerakan seperti menekuk atau mengangkat lengan bisa menjadi sulit atau menyakitkan.

5. Kecacatan

Pada dislokasi yang parah, siku yang terkena bisa terlihat tidak stabil atau terlihat “lepas”. Anda mungkin merasa bahwa siku tidak bisa ditahan dengan kuat atau terasa tidak normal.

6. Kehilangan Sensasi atau Gerakan

Dalam kasus yang jarang terjadi, dislokasi siku dapat menyebabkan kerusakan pada saraf atau pembuluh darah di sekitar area siku. Ini bisa mengakibatkan kehilangan sensasi atau gerakan pada tangan atau lengan yang terkena.

Jenis Dislokasi Siku

Dislokasi siku dapat terjadi dalam berbagai bentuk, yang dapat dibedakan berdasarkan seberapa besar permukaan sendi yang terkena atau sejauh mana tulang bergeser dari posisi normalnya. Berikut adalah dua jenis utama dislokasi siku yang perlu dipahami:

1. Dislokasi Utuh atau Seluruhnya

Pada dislokasi siku utuh, seluruh permukaan sendi siku terpisah dari tempatnya yang normal. Ini berarti bahwa tulang pada lengan bawah sepenuhnya bergeser keluar dari persendian pada tulang lengan atas. Dislokasi siku utuh sering kali mudah dikenali karena menyebabkan deformitas yang jelas pada area siku. Gejala yang biasanya menyertai dislokasi siku utuh meliputi nyeri hebat, bengkak, dan kesulitan menggerakkan lengan.

2. Dislokasi Parsial atau Sebagian (Subluksasi)

Dislokasi parsial, atau yang sering disebut sebagai subluksasi, terjadi ketika hanya sebagian permukaan sendi yang terpisah dari posisi normalnya. Ini berarti tulang pada lengan bawah bergeser sedikit dari persendian, tetapi tidak sepenuhnya keluar dari tempatnya. Dislokasi parsial mungkin sulit terdeteksi karena persendian masih tampak relatif normal, meskipun bisa terasa sakit dan tidak stabil. Namun, cedera pada ligamen dan jaringan sekitar masih bisa terjadi.

Cara Mengatasi Dislokasi Siku

Pengobatan dislokasi siku tergantung pada tingkat keparahan cedera. Perawatan rumahan, seperti istirahat, kompres es, dan obat pereda nyeri, dapat membantu mengurangi gejala pada dislokasi ringan. Untuk dislokasi yang lebih parah, pengembalian posisi tulang pada sendi (reduksi) mungkin diperlukan, diikuti dengan imobilisasi menggunakan gips atau perban. Terapi fisik juga penting untuk memulihkan fungsi dan kekuatan siku setelah dislokasi.

Kesimpulan

Dislokasi siku adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Penyebabnya umumnya trauma, seperti jatuh atau kecelakaan. Gejalanya meliputi nyeri, bengkak, dan kesulitan menggerakkan lengan. Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan cedera, tetapi bisa meliputi perawatan rumahan, reduksi sendi, imobilisasi, dan terapi fisik. Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan orang dapat pulih sepenuhnya dari dislokasi siku.