Kalsium merupakan mineral yang penting bagi tubuh, berperan dalam menjaga kesehatan tulang, gigi, jantung, dan fungsi saraf. Namun, kadar kalsium yang berlebih dalam darah dapat menyebabkan hiperkalsemia, sebuah kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan. Mari kita kenali lebih jauh mengenai hiperkalsemia dan bagaimana cara mencegahnya:

Apa itu Hiperkalsemia?

Hiperkalsemia adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam darah melebihi batas normal. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti melemahnya tulang dan otot, pembentukan batu ginjal, serta gangguan pada jantung dan otak.

Kondisi hiperkalsemia dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Hiperkalsemia ringan: kadar kalsium antara 10 mg/dL -12 mg/dL
  • Hiperkalsemia sedang: 12 mg/dL – 14 mg/dL
  • Hiperkalsemia berat: lebih dari 14 mg/dL

Namun, batas normal kadar kalsium dapat sedikit bervariasi di setiap laboratorium, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menafsirkan hasil pemeriksaan darah.

Penyebab Hiperkalsemia

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kelebihan kalsium dalam tubuh, termasuk:

  1. Hiperparatiroidisme: Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif dapat menghasilkan hormon paratiroid secara berlebihan, menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah.
  2. Kanker: Beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker darah, dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia. Kanker yang menyebar ke tulang juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah.
  3. Faktor Genetik: Kelainan genetik seperti hipokalsiurik hiperkalsemia dapat menyebabkan peningkatan kalsium dalam darah.
  4. Imobilitas: Orang yang terbatas dalam bergerak, misalnya karena terpaksa berbaring dalam jangka waktu lama, berisiko mengalami hiperkalsemia karena tulang mereka melepaskan kalsium ke dalam darah.
  5. Penggunaan Obat-obatan: Beberapa obat, seperti litium yang digunakan untuk gangguan bipolar, dapat menyebabkan peningkatan hormon paratiroid, yang berkontribusi pada hiperkalsemia.
  6. Konsumsi Suplemen Berlebih: Mengonsumsi suplemen kalsium atau vitamin D dalam jumlah yang berlebihan dalam jangka waktu lama juga dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia.

Gejala Hiperkalsemia

Gejala hiperkalsemia bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil
  • Sakit perut, mual, muntah, dan sembelit
  • Nyeri pada tulang dan otot yang melemah
  • Kebingungan, lesu, dan kelelahan
  • Kecemasan dan depresi
  • Tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak teratur

Diagnosis dan Pengobatan

Hiperkalsemia adalah kondisi serius yang membutuhkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang segera. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai cara diagnosis dan pilihan pengobatan yang tersedia:

Diagnosis Hiperkalsemia

  1. Pemeriksaan Darah: Dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kalsium dalam darah. Jika kadar kalsium terlalu tinggi, hal ini dapat menandakan adanya hiperkalsemia. Dokter juga dapat memeriksa kadar hormon paratiroid dan tes fungsi ginjal untuk mengevaluasi penyebab dan dampak hiperkalsemia.
  2. Tes Tambahan: Untuk mengetahui penyebab hiperkalsemia, dokter mungkin akan melakukan tes tambahan, seperti pemindaian paratiroid atau pemindaian tulang, untuk mencari tahu apakah ada tumor atau kanker yang menjadi penyebabnya.

Pengobatan Hiperkalsemia

Pilihan pengobatan untuk hiperkalsemia tergantung pada tingkat keparahannya dan penyebabnya. Berikut adalah beberapa opsi pengobatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter:

  1. Observasi dan Pengawasan: Pada kasus hiperkalsemia ringan, dokter mungkin akan memilih untuk tidak memberikan pengobatan langsung. Namun, pasien akan dipantau secara teratur untuk memantau perkembangan kondisi mereka.
  2. Obat-obatan: Untuk mengurangi kadar kalsium dalam darah, dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti bisfosfonat, kalsitonin, atau denosumab. Obat ini bekerja dengan menghambat pelepasan kalsium dari tulang atau meningkatkan ekskresi kalsium melalui ginjal.
  3. Hidrasi: Mengonsumsi banyak cairan dapat membantu mengurangi kadar kalsium dalam darah dengan meningkatkan produksi urin dan mengurangi reabsorpsi kalsium oleh ginjal.
  4. Dialisis: Pada kasus hiperkalsemia yang parah dan tidak responsif terhadap pengobatan lainnya, dialisis dapat digunakan untuk menghilangkan kalsium dari darah.
  5. Tindakan Bedah: Jika hiperkalsemia disebabkan oleh tumor atau kanker, tindakan bedah untuk mengangkat tumor atau kelenjar paratiroid yang terlalu aktif mungkin diperlukan.
  6. Perawatan Pendukung: Selain pengobatan langsung terhadap hiperkalsemia, perawatan pendukung seperti pengobatan nyeri, terapi cairan intravena, dan manajemen gejala lainnya juga penting untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.

Komplikasi Hiperkalsemia

Hiperkalsemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, seperti osteoporosis, batu ginjal, gagal ginjal, gangguan sistem saraf, dan aritmia jantung.

Kesimpulan

Mencegah hiperkalsemia melibatkan pemahaman dan kesadaran tentang penyebab dan gejalanya. Penting untuk menjaga keseimbangan kadar kalsium dalam tubuh dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, hiperkalsemia dapat diatasi dan komplikasi yang mungkin timbul dapat dicegah.