shopee banner

Pernahkah kamu merasakan nyeri bahu sebelah kiri atau kanan? Meski umumnya kondisi ini normal dialami setelah melakukan aktivitas berat, namun pada beberapa kasus, rasa nyeri tersebut juga bisa disebabkan oleh penyakit yang lebih serius.

Mengapa Nyeri Bahu Terjadi?

Nyeri bahu bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, baik yang sederhana akibat aktivitas berat atau yang lebih serius terkait dengan masalah medis. Ini adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Rotator Cuff Tendinitis

Ini terjadi ketika tendon di sekitar sendi bahu mengalami peradangan atau iritasi. Akibatnya, bahu terasa kaku dan sakit saat digerakkan.

2. Bursitis

Kantong kecil yang mengandung cairan di sekitar sendi bahu bisa meradang dan membengkak, menyebabkan kesulitan dalam gerakan bahu.

3. Arthritis

Arthritis, terutama osteoarthritis, bisa menyebabkan nyeri bahu karena ausnya tulang rawan di persendian.

4. Saraf Terjepit

Saraf terjepit dapat menyebabkan rasa sakit tajam pada satu bahu, kadang-kadang dengan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum.

5. Adhesive Capsulitis (Bahu Beku)

Pada kondisi ini, ruang gerak bahu menjadi terbatas karena pembekuan jaringan di sekitar sendi.

6. Dislokasi Bahu

Kondisi ini terjadi ketika tulang lengan atas keluar dari tempatnya di soket bahu.

7. Kondisi Medis Lain

Nyeri bahu juga bisa menjadi gejala dari kondisi medis lain seperti serangan jantung atau penyakit kronis.

Mengatasi Nyeri Bahu di Rumah

Nyeri bahu bisa sangat mengganggu, tetapi ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan di rumah untuk meredakannya:

1. Kompres Es

  • Tempatkan kantong es yang dibungkus dengan handuk tipis pada bahu yang terasa sakit.
  • Biarkan kompres es tersebut berada di bahu selama sekitar 15 menit.
  • Ulangi proses ini beberapa kali sehari untuk meredakan peradangan dan mengurangi nyeri.

2. Istirahat

  • Hindari melakukan aktivitas fisik yang memberikan tekanan berlebihan pada bahu yang sakit.
  • Berikan waktu istirahat yang cukup agar bahu dapat pulih dengan optimal.

3. Obat Pereda Nyeri

  • Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen sesuai dosis yang dianjurkan.
  • Obat ini dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit yang kamu rasakan.

4. Terapi Panas Dingin

  • Setelah beberapa hari menggunakan kompres es, kamu juga dapat mencoba menggunakan kompres panas.
  • Kompres panas dapat membantu meningkatkan aliran darah ke area yang terkena, membantu proses penyembuhan.

5. Latihan Otot Bahu

  • Setelah nyeri mereda sedikit, lakukan latihan ringan untuk memperkuat otot bahu.
  • Latihan ini dapat membantu mengurangi risiko cedera di masa mendatang dan meningkatkan fleksibilitas bahu.

6. Pijatan Ringan

  • Lakukan pijatan ringan pada otot bahu untuk meredakan ketegangan dan meningkatkan aliran darah.
  • Pastikan untuk tidak memberikan tekanan terlalu keras agar tidak menyebabkan lebih banyak ketidaknyamanan.

7. Perhatikan Postur

  • Pastikan untuk menjaga postur tubuh yang baik saat duduk atau berdiri.
  • Postur yang buruk dapat menyebabkan tekanan tambahan pada bahu dan memperburuk kondisi.

Kapan Harus Ke Dokter?

Meskipun banyak kasus nyeri bahu dapat diatasi dengan perawatan di rumah, namun ada situasi yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter:

1. Nyeri Bahu yang Persisten

  • Jika nyeri bahu tidak membaik setelah beberapa minggu meskipun telah melakukan perawatan di rumah, ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah yang lebih serius yang perlu ditangani oleh dokter.

2. Gejala Serangan Jantung

  • Jika nyeri bahu disertai dengan gejala serangan jantung seperti nyeri dada yang menjalar ke lengan, leher, atau rahang, sesak napas, dan berkeringat berlebihan, segera hubungi layanan darurat.

3. Nyeri yang Sangat Parah

  • Jika nyeri bahu sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidak bisa ditangani dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas, segera temui dokter.

4. Gejala Infeksi

  • Jika nyeri bahu disertai dengan gejala infeksi seperti demam, kemerahan, pembengkakan, atau keluar cairan dari luka, ini bisa menjadi tanda infeksi yang memerlukan perawatan medis.

5. Cedera Serius

  • Jika nyeri bahu disebabkan oleh cedera yang serius seperti dislokasi bahu atau patah tulang, kamu harus segera mencari pertolongan medis.

6. Gangguan Gerakan

  • Jika kamu mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan bahu atau bahu terasa sangat lemah, ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang memerlukan penanganan medis.

7. Riwayat Penyakit atau Kondisi Medis yang Mendasarinya

  • Jika kamu memiliki riwayat penyakit atau kondisi medis tertentu seperti diabetes, arthritis, atau penyakit jantung, dan mengalami nyeri bahu, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika kamu merasa nyeri bahumu tidak normal atau memerlukan perhatian lebih lanjut. Dokter akan membantu mendiagnosis penyebab nyeri bahu dan memberikan perawatan yang sesuai untuk mengatasi masalah yang mendasarinya.