Gula pasir telah menjadi pemanis umum yang sering digunakan dalam konsumsi masyarakat global. Namun, tahukah Anda bahwa dalam proses pembuatannya, gula pasir menghasilkan produk sampingan yang juga digunakan sebagai pemanis? Produk sampingan ini dikenal sebagai molase atau tetes tebu. Pertanyaannya, apakah molase atau tetes tebu lebih sehat dibandingkan gula pasir?

Mengenal Molase atau Tetes Tebu

Molase atau tetes tebu adalah produk sampingan dari pembuatan gula pasir yang digunakan sebagai pemanis. Molase hadir dalam bentuk sirup kental dengan warna gelap. Proses pembuatannya dimulai dengan penghancuran tebu untuk mengambil air perasannya. Air tebu kemudian dipanaskan untuk menghasilkan kristal gula, dan cairan yang tersisa setelah pengambilan kristal gula disebut sebagai molase atau tetes tebu.

Proses ini dapat diulangi beberapa kali oleh produsen gula, dan setiap kali pemanasan menghasilkan jenis molase dengan karakteristik yang berbeda. Salah satu varietas yang terkenal adalah molase blackstrap, yang diperoleh dari tiga kali pemanasan. Molase umumnya digunakan sebagai pemanis, terutama dalam pembuatan kue. Namun, karakteristik nutrisi molase dapat bervariasi tergantung pada tingkat pemanasan.

Kandungan Nutrisi Molase atau Tetes Tebu

Berbeda dengan gula pasir, molase atau tetes tebu mengandung beberapa jenis mineral dan vitamin. Berikut adalah nutrisi yang dapat ditemukan dalam setiap sendok makan atau 20 gram molase beserta persentasenya untuk kecukupan kebutuhan harian:

  • Mangan: 13%
  • Magnesium: 12%
  • Tembaga: 11%
  • Vitamin B6: 8%
  • Selenium: 6%
  • Kalium: 6%
  • Besi: 5%
  • Kalsium: 3%

Satu sendok makan molase atau tetes tebu menyumbangkan sekitar 58 kalori.

Apakah Molase atau Tetes Tebu Sehat untuk Tubuh?

Meskipun molase mengandung sejumlah nutrisi mikro, perlu diingat bahwa molase tetap tinggi gula. Konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai kondisi medis, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas.

Molase dapat dikonsumsi dengan bijak sebagai alternatif yang relatif lebih sehat daripada gula pasir. Namun, untuk memperoleh vitamin dan mineral dari sumber makanan yang lebih sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, tetap menjadi pilihan yang lebih baik.

Potensi Manfaat Molase atau Tetes Tebu

Meskipun perlu penelitian lebih lanjut, molase memiliki beberapa potensi manfaat untuk kesehatan, termasuk:

  1. Mengendalikan Radikal Bebas: Molase blackstrap, sebagai jenis tetes tebu yang lebih sehat, mengandung lebih banyak zat antioksidan dibandingkan dengan beberapa pemanis lainnya. Antioksidan dalam molase berpotensi mengendalikan radikal bebas, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.
  2. Menjaga Kesehatan Tulang: Kandungan mineral seperti tembaga, zat besi, kalsium, dan selenium dalam molase dikaitkan dengan manfaat menjaga kesehatan tulang. Namun, makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk susu lebih disarankan sebagai sumber mineral ini.

Efek Samping Mengonsumsi Molase atau Tetes Tebu

Meskipun molase atau tetes tebu dianggap aman jika dikonsumsi secara bijak, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sejumlah efek samping yang perlu diperhatikan. Beberapa dari efek samping tersebut antara lain:

1. Feses Berair

Konsumsi molase dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan feses berair. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan dalam komposisi cairan usus atau reaksi tubuh terhadap gula yang terkandung dalam molase.

2. Diare

Efek samping yang umum dari konsumsi berlebihan molase adalah timbulnya diare. Gula yang tinggi dalam molase dapat menyebabkan peningkatan tekanan osmotik di dalam usus, memicu peningkatan produksi air dan akhirnya menyebabkan diare.

3. Tidak Disarankan untuk Penderita Sindrom Iritasi Usus dan Masalah Pencernaan

Penderita sindrom iritasi usus dan masalah pencernaan lainnya sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi molase. Kandungan gula tinggi dalam molase dapat memicu gejala yang tidak nyaman bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu.

4. Berpotensi Berbahaya untuk Penderita Diabetes

Bagi individu yang menderita diabetes, konsumsi molase dapat menjadi berbahaya. Kandungan gula yang tinggi dalam molase dapat memengaruhi kadar glukosa darah secara signifikan. Oleh karena itu, disarankan bagi penderita diabetes untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memasukkan molase ke dalam diet mereka.

Kesimpulan

Molase atau tetes tebu dapat menjadi alternatif pemanis yang lebih sehat dibandingkan gula pasir, tetapi perlu diingat untuk mengonsumsinya secara moderat. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum membuat perubahan signifikan dalam pola makan Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.