Penting bagi karyawan yang berhenti atau pindah dari perusahaan untuk segera mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan secara mandiri. Ketika perusahaan tidak lagi membayar iuran, status kepesertaan akan menjadi nonaktif. Artikel ini akan membahas cara mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan dari perusahaan ke mandiri, baik secara online maupun offline.


Persyaratan Dokumen

Sebelum memulai proses pengaktifan BPJS Kesehatan dari perusahaan ke mandiri, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen persyaratan yang diperlukan. Berikut adalah daftar dokumen yang perlu disiapkan:

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Pastikan Anda memiliki salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. KTP akan digunakan sebagai identitas resmi dalam proses pengaktifan.

2. Kartu Keluarga (KK)

Sertakan salinan Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti hubungan keluarga. Kartu Keluarga diperlukan untuk memverifikasi informasi keluarga peserta.

3. Formulir Pindah Kepesertaan

Isi formulir pindah kepesertaan dengan lengkap dan benar. Formulir ini berfungsi sebagai dokumen perpindahan status kepesertaan dari perusahaan ke mandiri.

4. Buku Tabungan

Sertakan buku tabungan sebagai bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan secara mandiri. Informasi rekening bank akan digunakan untuk proses pembayaran iuran.

5. Formulir Persetujuan Autodebit

Jika Anda memilih opsi pembayaran melalui autodebit, lengkapi formulir persetujuan autodebit. Pastikan Anda telah membaca dan memahami ketentuan pembayaran melalui autodebit.

6. Surat Keterangan Pindah Kerja atau Surat Pengunduran Diri

Sertakan surat keterangan pindah kerja atau surat pengunduran diri dari perusahaan sebelumnya. Dokumen ini akan digunakan sebagai bukti perubahan status pekerjaan.

Pastikan semua dokumen di atas telah Anda persiapkan dengan baik sebelum melanjutkan proses pengaktifan BPJS Kesehatan secara mandiri. Kelengkapan dokumen akan memudahkan dan mempercepat proses administratif.


Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan dari Perusahaan ke Mandiri

A. Secara Online

1. Menggunakan Aplikasi Mobile JKN
  • Unduh aplikasi Mobile JKN dan login dengan nomor BPJS Kesehatan atau nomor KTP.
  • Pilih menu “ubah data peserta” dan kemudian “segmen peserta”.
  • Ikuti langkah selanjutnya pada aplikasi hingga selesai.
2. Melalui Layanan PANDAWA
  • Hubungi layanan CHIKA melalui WhatsApp ke nomor 08118750400.
  • Pilih jenis layanan yang dibutuhkan (misalnya, “Ubah Segmen Peserta”).
  • Isi formulir yang diberikan oleh CHIKA dan kirimkan ke nomor WhatsApp kantor cabang sesuai domisili Anda.
  • Ikuti petunjuk dari petugas PANDAWA hingga proses selesai.

B. Secara Offline

  • Kunjungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan di wilayah tempat tinggal Anda.
  • Bawa dokumen persyaratan lengkap.
  • Ambil antrian dan ikuti prosedur di kantor cabang hingga selesai.

BPJS Kesehatan Mandiri: Hal yang Perlu Diketahui

1. Pembayaran Iuran Mandiri

Peserta BPJS Kesehatan Mandiri bertanggung jawab untuk membayar iuran sendiri setiap bulannya. Ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kelancaran pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS.

2. Besarnya Iuran

Besarnya iuran BPJS Kesehatan Mandiri bervariasi berdasarkan kelas yang dipilih. Berikut adalah rincian besaran iuran per bulan:

  • Kelas III: Rp42.000/bulan/orang
  • Kelas II: Rp100.000/bulan/orang
  • Kelas I: Rp150.000/bulan/orang

3. Pengecekan Status dan Pembayaran Iuran

Untuk memastikan kelancaran kepesertaan dan pelayanan, peserta disarankan melakukan pengecekan status dan pembayaran iuran secara teratur. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:

a. Cek Status Kepesertaan dan Iuran

Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat dengan mudah melakukan pengecekan status kepesertaan dan jumlah iuran yang harus dibayarkan.

b. Pembayaran Sebelum Tanggal 10 Setiap Bulan

Agar tidak terjadi gangguan dalam pelayanan kesehatan, peserta diharapkan membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan. Ini memastikan bahwa pembayaran tercatat secara tepat waktu.

4. Cara Pembayaran Iuran

Peserta BPJS Kesehatan Mandiri memiliki beberapa opsi pembayaran yang fleksibel. Berikut adalah cara-cara yang dapat digunakan:

a. Autodebit dari Rekening Bank

Memilih opsi autodebit memudahkan peserta, di mana iuran akan secara otomatis terpotong dari rekening bank setiap bulannya. Ini membantu memastikan pembayaran tepat waktu.

b. Pembayaran Melalui Teller Bank

Peserta dapat membayar iuran melalui teller bank dengan mengunjungi cabang bank terdekat. Pastikan untuk menyertakan nomor kepesertaan saat melakukan pembayaran.

c. Aplikasi Mobile Banking

Pembayaran iuran dapat dilakukan melalui aplikasi mobile banking yang mendukung layanan BPJS Kesehatan Mandiri. Langkah-langkahnya biasanya terdapat di menu pembayaran atau tagihan.

d. Kantor Pos atau Minimarket

Beberapa peserta mungkin memilih untuk melakukan pembayaran iuran melalui kantor pos atau minimarket yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pastikan untuk menyimpan bukti pembayaran sebagai referensi.

Dengan memahami dan mengikuti prosedur pembayaran iuran dengan teliti, peserta BPJS Kesehatan Mandiri dapat menjamin kelancaran dan keberlanjutan manfaat layanan kesehatan yang diberikan oleh program ini.


Kesimpulan

Mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan dari perusahaan ke mandiri setelah berhenti atau pindah kerja merupakan langkah penting untuk menjaga jaminan kesehatan. Dengan memahami prosedur dan persyaratan yang diperlukan, peserta dapat dengan mudah melaksanakan langkah-langkah tersebut baik secara online maupun offline. Pastikan pembayaran iuran dilakukan tepat waktu agar tetap mendapatkan manfaat layanan kesehatan yang dibutuhkan.